7 Larangan Saat Berada di Tempat Wisata

Browse By

Bagi sebagian orang, liburan merupakan waktu yang tepat untuk benar-benar menjadi diri sendiri. Melalui perjalanan wisata, seorang bisa melakukan apa yang dalam kesehariannya tak bisa dilakukan. Menjelajah, mencoba hal baru, hingga melakukan hal-hal gila untuk menghilangkan semua kepenatan dan stress yang berkepanjangan.

Hal tersebut adalah wajar. Setiap orang membutuhkan sesi dimana ia bebas mengekspresikan dirinya, termasuk pada perjalanan wisata baik yang dilakukan sendirian maupun bersama dengan banyak orang. Akan tetapi, masih ada batasan-batasan yang harus ditaati agar kegiatan wisata dapat menjadi suatu yang positif dan bermanfaat. Tidak hanya bagi diri sendiri, tapi juga orang lain dan lingkungan di sekitar kita. Berikut beberapa 7 hal yang tidak boleh dilakukan ketika sedang berwisata.

1. Membuang Sampah

Setiap harinya kita menghasilkan sampah, dan sangat wajar ketika kita harus membuangnya. Akan tetapi, selalu pastikan anda membuang sampah pada tempatnya. Mengotori lingkungan atau tempat wisata akan sangat merugikan. Tidak hanya untukmu, namun juga lingkungan. Tempat wisata yang kotor akan membuat daya tariknya berkurang. Berkatmu, tempat wisata itu mungkin tak akan lagi dikunjungi. Selain itu, anda bisa mendapatkan pandangan dan reaksi kurang mengenakkan baik dari wisatawan lain, terlebih masyarakat lokal. Bisa saja, anda ditangkap dan dipidanakan kara masalah ini. Tentu anda tak mau liburanmu berakhir di hotel prodeo atau harus membayar denda yang tidak murah bukan?

2. Merusak dan Mencorat-coret

Kerap kita ingin meninggalkan kenangan berupa nama atau pesan pada seseorang pada suatu lokasi wisata untuk dikenang. Namun itu bukanlah tindakan yang bijak. Hal tersebut membuat pemandangan dan objek wisata tidak lagi bisa dinikmati oleh banyak orang. Salah satu cara terbaik agar tempat wisata yang kita kunjungi tetap bisa dinikmati dan bermanfaat bagi banyak orang adalah dengan membiarkannya seperti apa adanya. Dengan begitu, anda tidak perlu berurusan dengan polisi ataupun pengurus tempat wisata jika aksimu ketahuan. :p

3. Memungut dan Mengambil

Ketika mengunjungi sebuah tempat wisata yang berkesan, terkadang kita ingin memungut ataupun mengambil sesuatu untuk dijadikan sebagai buah tangan atau sekedar untuk diri sendiri, agar kita senantiasa mengingat momen-momen bahagia saat berlibur ke suatu tempat. Namun hal tersebut pada dasarnya tidak jauh berbeda dari merusak dan mencoret-coret tempat wisata. Bayangkan bila setiap orang memiliki pemikiran yang sama, memungut bebatuan, pasir atau benda-benda lainnya di tempat wisata yang sedang anda kunjungi. Tentunya, banyak hal yang akan berkurang dan hilang setiap saat dan hal tersebut membuat tempat wisata yang anda kunjungi kehilangan pesonanya. Sekali lagi, membiarkannya seperti apa adanya adalah hal yang bijak agar tempat wisata yang anda kunjungi bisa dinikmati oleh semua orang.

4. Perilaku dan TIndakan Asusila

Jika kita bepergian ke suatu tempat, pastikan untuk memahami bagaimana masyarakat sekitar mengartikan perilaku yang baik dan buruk. Hal yang perlu diingat di sini adalah bahwasanya kita adalah pendatang. Mungkin cara berkata, berperilaku, atau bahkan berpakaian kita dapat menjadi suatu masalah. Selain itu, pastikan tidak melakukan perbuatan asusila di tempat wisata jika anda tidak ingin terlibat urusan panjang yang berbelit-belit baik dengan wisatawan lainnya, masyarakat lokal, atau bahkan penegak hukum setempat yang tentunya akan menyita waktu liburan yang seharusnya anda gunakan untuk bersenang-senang.

5. Memotret dan Mengambil Gambar

Mengambil gambar pada saat liburan atau berkunjung ke suatu tempat wisata bagi sebagian orang adalah hal yang wajib. Baik untuk mengabadikan momen kebersamaan, atau hanya sekedar menunjukkan bahwa anda pernah berada di sana. Hal tersebut sangat wajar dan lumrah. Namun tidak semua hal yang ada di dunia dapat difoto atau diambil gambarnya secara bebas. Misalnya saja, motif batik pada toko-toko batik, monumen bersejarah, atau arsip-arsip di perpustakaan lama. Pastikan untuk menanyakan terlebih dahulu pada petugas apakah kita bisa mengambil foto secara bebas. Beberapa objek wisata seperti candi dan reruntuhan mewajibkan kita untuk membayar biaya tambahan jika kita mau mengambil gambar dnegan menggunakan kamera profesional.

6. Merokok, Mabuk dan Sakau

Anda mungkin ingin menghabiskan waktu liburan sesuai dengan apa yang anda inginkan dan anda kehendaki. Namun apa yang anda sukai belum tentu menjadi kesukaan dan nyaman bagi orang lain. Jika anda seorang perokok, sebaiknya anda berhati-hati dan pertimbangkan untuk tidak merokok sembarangan. Mungkin saja orang di sekitar anda memiliki riwayat alergi atau gangguan pernapasan kronis, sehingga tidak dapat berada di sekitar anda, sedangkan tempat wisata adalah fasilitas umum dan sebaiknya andalah yang harus mengalah dan mencari tempat yang sesuai untuk merokok. Kebiasaan lain yang mungkin akan mengganggu wisatawan atau warga setempat adalah mabuk-mabukan, juga menggunakan narkoba. Tentu anda tidak ingin terlibat masalah apalagi sampai berususan dengan polisi di wilayah orang bukan?

7. Memberi Barang/Uang

Sejak kecil kita diajari untuk senantiasa memberi dan bermanfaat bagi orang lain. Namun tidak ketika anda sedang berwisata. Anda akan menemui banyak pengemis dan gelandangan yang mayoritas adalah anak-anak atau ibu yang sedang membawa anak, meminta-minta di sepanjang jalan. Mungkin nuranimu akan sedikit terketuk, tapi percayalah, sebaiknya anda tidak memberikan uang receh atau barang kepada mereka. Kebanyakan dari mereka menggunakan anak dan berbagai kekurangan yang ada ataupun direkayasa untuk menarik simpati, dan menggunakannya sebagai profesi. Memanfaatkan anak kecil, atau bahkan anaknya sendiri, dan menariknya dari sekolah untuk bekerja di jalanan. Memutuskan untuk tidak memberikan uang ataupun barang pada mereka adalah salah satu upaya untuk menghentikan hal tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *